Aktivis Aliansi Pelajar Indonesia 98: Walikota Bekasi Sudah Melakukan kejahatan Terstruktur

By Tegar News (TEN|STV) 03 Mar 2017, 21:57:31 WIBPeristiwa

Aktivis Aliansi Pelajar Indonesia 98:  Walikota Bekasi  Sudah Melakukan  kejahatan Terstruktur

Keterangan Gambar : Warga kampung Poncol Bulak, Pekayon-Jakasetia, Kota Bekasi, menggelar Doa keprihatinan bersama, dan turut hadir LBH Bekasi, Gerakan Nasional 98 , Prodem, FSB Nikeuba KSBSI (Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia), API 98 (Aliansi Pelajar Indonesia), Jumat (03/03/2017). (Foto/Stv)


BEKASI, TEGARNEWS.com - Korban penggusuran warga kampung Poncol Bulak, Pekayon-Jakasetia, Kota Bekasi, menggelar Doa keprihatinan. Meskipun di guyur hujan, warga, LBH Bekasi dan para aktivis yang hadir tidak mengurungkan niatnya untuk melakukan doa bersama dilokasi puing-puing bongkahan bangunan yang tergusur, Jumat (03/03/2017).

Persoalan penggusuran Kampung Poncol Pekayon Jaya Kelurahan Jakasetia Kecamatan Bekasi Selatan  yang muncul sejak bulan November 2016 lalu hingga saat ini belum juga tuntas.

Serangkaian doa yang dipimpin Ustad Nurhasan pun terucap kepada Yang Kuasa memohon agar para pejabat setempat mempedulikan nasib mereka yang kini telantar. 

Hanya itulah yang dapat dilakukan warga Pekayon-Jakasetia Kota Bekasi. Pasalnya, mereka mengaku tak bisa berbuat apa-apa lagi. Karena itulah, warga melakukan Doa beresama sebagai upaya agar para petinggi Kota Bekasi sadar akan tindakannya. 

Aktivis dari Aliansi Pelajar Indonesia (API) '98 Hendra, yang hadir dalam aksi doa bersama warga kampung Poncol Bulak menjelaskan bahwa pengrusakan yang dilakukan Walikota Bekasi (Rahmat Efendi) Merupakan kejahatan yang terstruktur

"Tindakan yang dilakukan oleh Walikota Bekasi baru baru ini  sangat keji dan tidak berprikkemanuasiaan terhadap warga, ini merupakan kejahatan yang terstruktur. Apalagi lokasi pengrusakan yang dilakukan tersebut jaraknya sangat dekat dengan kediaman Walikota Bekasi, Bapak Rahmat efendi," tambah Aktivis Aliansi Pelajar Indonesia (API) '98, Jumat (03/03/2017).

Tidak ada lagi bangunan yang tersisa sejak bangunan rumah tergusur, warga kini selalu dibayang-bayangi dengan  intetitas hujan yang tinggi, bahkan, pasca penggusuran, banjir pun selalu dirasakan warga pada saat hujan.

"Penggusuran yang terjadi di Kota Bekasi memang tidak mempunyai rasa kemanusiaan. Bisa di bilang seperti penjajahan jaman dulu, dijajah oleh pemerintah sendiri. Kerugiaan materi pun banyak sudah dirasakan warga," pungkasnya. (Stv)
 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Pilihan Presiden RI 2019
  Joko Widodo
  Prabowo Subianto
  Gatot Nurmantyo

Komentar Terakhir

  • Jasa SEO Bergaransi

    Desain situsnya sangat menarik gan.... mantap sekali. https://perusahaanseo.weebly.com/ ...

    View Article
  • Jasa SEO Indonesia Terbaik Bergaransi Uang Kembali

    Tampilan web Anda sangat bagus dan menarik. Great Job! ...

    View Article
  • Thousand Islands Jakarta

    Gak hanya pulau pari, semua wisata pulau yang ada di kepulauan seribu ( Thousand ...

    View Article
  • Supplier Handuk

    Tuuh,, makanya sering dicuci handuk nya,, karena ternyata handuk ini merupakan sarang ...

    View Article