Komitmen Prabowo-Sandi Dalam Penghapusan Outsourching

By Tegar News (TEN|STV) 06 Okt 2018, 08:38:29 WIBPolitik

Komitmen Prabowo-Sandi Dalam Penghapusan Outsourching

Keterangan Gambar : Prabowo.


JAKARTA, TEGARNEWS.com - Relawan Indonesia Muda Prabowo-Sandi menggelar diskusi rutin setiap Jum'at untuk mengkaji visi-misi kandidat yang didukungnya. Diskusi ini dilaksanakan di Sekretariat Relawan Indonesia Muda, Jl. KH. Abdullah Syafei, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan pada hari Jum'at 5 Oktober 2018, yang dipandu oleh Dadan Hamdani sebagai moderator.

 

Menurut Moses Latuihamallo, Koordinator  diskusi Jum'atan ini sebagai bentuk sosialisasi dan mengkaji visi-misi Prabowo-Sandi sebagai capres dan cawapres 2019-2024 mendatang, diskusi kali ini mengambil tema "Komitmen Penghapusan Outsourching,".

 

"Kami ingin menyerap aspirasi dari berbagai kalangan (akademisi, pelaku dan masyarakat) untuk melakukan pembumian visi-misi Prabowo-Sandi, sekaligus uji materi sampai sejauh mana keberpihakan visi-misi tersebut kepada rakyat," katanya.

 

UU No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, pasal 54 mengenai perjanjian kerja dan Permenaker No. 19 tahun 2012 tentang Outsourching membuat suram nasib buruh di Indonesia.

 

"Buruh sangat mendukung dan menyambut baik penghapusan Outsourching yang menjadi janji kampanye Prabowo-Sandi jika terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024 mendatang, pasalnya outsourching hanya menguntungkan pengusaha dan mematikan masa depan buruh," ungkap Tohenda, Koordinator Forum Buruh Kawasan.

 

"Selain penghapusan outsorching, kami juga berharap pencabutan PP 78 tahun 2015 tentang pengupahan yang telah menghapus fungsi dewan pengupahan, sehingga sistem pengupahan dilakukan berdasarkan kesepakatan melalui survey pasar, bukan berdasarkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi," tegas Sekretaris FSP-Kep Jakarta Timur.

 

Ditempat yang sama Reza Patter, Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi menjelaskan bahwa, outsourching sangat absurd ketika dimasukan dalam UU Ketenagakerjaan, karena perjanjian kontrak kerja harusnya selesai dengan perdata.

 

"Prinsip kontrak kerja yang kita kenal adalah Perjanjian Kontrak Waktu Tertentu (PKWT/Kontrak) dan Perjanjian Kontrak Waktu Tidak Tertentu/Permanen), jadi tidak ada itu kontrak kerja dengan pihak ketiga yaitu outsourching," paparnya.

 

"Oleh karena itu penghapusan outsourching tidak ada persoalan, tinggal revisi UU tersebut," ungkapnya.

 

"Komitmen Prabowo-Sandi memandang buruh sebagai aset perusahaan harus dibela sangat jelas, buruh bukan sekedar  sebagai alat memperkaya pemilik perusahaan," pungkasnya.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

  1. Opik 06 Okt 2018, 17:05:29 WIB

    Hargailah setiap keringat yg menetes dari pekerja.

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Pilihan Presiden RI 2019
  Joko Widodo
  Prabowo Subianto
  Gatot Nurmantyo

Komentar Terakhir

  • pemesanan jasa seo

    infonya sangat layak untuk dibaca. good job. ...

    View Article
  • toko online alat perkakas di jakarta

    dengan banyak nya tenaga honorer yang tidak terpakai seperti seharusnya bisa ...

    View Article
  • jual sarung tangan safety 3m

    semoga penutupan jalur ini tidak berlangsung lama agar kereta lain bisa beroperasi ...

    View Article
  • Gurgaon Escorts

    People tend to choose the Kolkata escorts because of the spacious ramble of office ...

    View Article