Meraknya Berita Terorisme, Waspadai Dampaknya Pada Anak
Ramai Berita Terorisme, Hati-hati Dampaknya pada Anak

By Tegar News (TEN|STV) 15 Mei 2018, 14:44:06 WIBPeristiwa

Meraknya Berita Terorisme, Waspadai Dampaknya Pada Anak

Keterangan Gambar : Ilustrasi trauma pada anak. 1Health.ID


JAKARTA, TEGARNEWS.com - Kejadian beruntun peristiwa pemboman dan terorisme beberapa hari ini sangat menimbulkan rasa duka dan kekhawatiran. Terlebih, banyaknya informasi yang disiarkan dapat diterima oleh seluruh masyarakat, termasuk anak.

Dalam usia tertentu, anak masih menerima dan memproses seluruh informasi yang disajikan. Lalu, bagaimana dampak pemberitaan pemboman dan terorisme terhadap anak?

Menurut psikolog klinis, Denrich Suryadi, ada beberapa dampak yang dapat terjadi pada anak dengan banyak pemberitaan me

Salah satunya adalah persepsi negatif anak terhadap ciri atau identitas khusus pelaku bom, “Bisa saja diasosiasikan ada rasa takut terhadap orang yang mengenakan jubah, baju panjang atau asosiasi dengan warna tertentu,” jelasnya saat dikonfirmasi Tegar News, Selasa (15/05/2018).

Menurut Denrich, anak dengan taraf usia tertentu hanya menerima informasi apa adanya, sehingga dengan mudah terasosiasi tanpa ada proses seleksi terlebih dahulu.

Dampak selanjutnya pada anak adalah rasa takut untuk keluar rumah. Anak akan takut untuk beraktivitas seperti biasanya. Denrich melanjutkan, hal ini dikarenakan cemas dapat terluka, meninggal, berdarah dan sebagainya seperti yang ditayangkan pada televisi atau pemberitaan.

Rasa takut juga dapat meningkat akan ditinggalkan oleh keluarganya yang beraktivitas ke luar rumah. “Tidak jarang ada fenomena anak menangis ketika orang tuanya pergi bekerja karena efek pemberitaan tentang bom,” ucap Denrich.

Oleh karena itu, Denrich memberikan beberapa saran atau solusi untuk mencegah dampak negatif pada anak akibat pemberitaan bom atau terorisme.

“Pertama, batasi anak untuk menonton atau menyaksikan tayangan berita,” ungkap Denrich. Informasi dari ponsel pintar mengenai peristiwa pemboman atau terorisme juga harus diawasi.

Kedua, jika anak sudah menyaksikan atau mendengar berita mengenai terorisme, ajak bicara. “Tanyakan sejauh apa si anak tahu tentang berita itu dan berikan penjelasan sesuai dengan usianya.”

Ingatkan juga, lanjut Denrich, untuk tidak perlu merasa takut berlebihan untuk beraktivitas karena masih ada aparat negara yang akan melindungi, seperti polisi dan tentara. “Jangan lupa untuk ajak anak berdoa, memohon perlindungan bersama keluarga,” kata Denrich.

Ketiga, apabila anak sudah berusia sembilan tahun ke atas, Denrich mengatakan para orang tua harus menekankan pada anak bahwa pelaku terorisme bukan dari satu agama tertentu. Melainkan dari sebuah kelompok dengan ajaran sesat dan melanggar hukum.

Pengertian terorisme  ini perlu dilakukan agar anak tetap memupuk rasa persaudaraan dengan teman-temannya. yang lain, “Tanpa memandang dan membedakan agama, ras, serta golongan sosial ekonomi,” dan juga, lanjut Denrich, hal tersebut penting agar anak tidak memupuk rasa kebencian antara satu dengan yang lainnya. (Stv)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Pilihan Presiden RI 2019
  Joko Widodo
  Prabowo Subianto
  Gatot Nurmantyo

Komentar Terakhir

  • RebeccaDaf

    Hello : ) we are a new business. And we give to businesses a $ 150 gift to ...

    View Article
  • Jual Showcase Cooler

    wah mantap nih goofood, makin rajin bakar duit dan berguna buat yang cuma modal ...

    View Article
  • JANEhaf

    How much will it cost to publish a banner of my website in your site for a one ...

    View Article
  • SvetlanaMos

    Займ срочно на карту онлайн без проверки ки - ...

    View Article