Ratusan Lapak Liar Pasar Baru Kota Bekasi Harus Dibongkar

By Tegar News (TEN|STV) 10 Okt 2018, 18:07:21 WIBHukum

Ratusan Lapak Liar Pasar Baru Kota Bekasi Harus Dibongkar

Keterangan Gambar : Pasar Baru Kota Bekasi. (Stv)


BEKASI, TEGARNEWS.com - Ratusan lapak pedagang kaki lima (PKL) liar yang berjualan di sepanjang jalan akses masuk ke Pasar Baru Kota Bekasi harus dibongkar. Walikota Bekasi serta aparat gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi, Kepolisian, dan Tentara Nasional Indonesia harus segera menindak bangunan liar tersebut.

Pembongkaran sesuai dan harus dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bekasi  NOMOR 07 TAHUN 2012 tentang Bangunan, dimana sekitar ratusan lapak bangunan itu dianggap liar.

Walikota atau Aparat Kota Bekasi harus membongkar ratusan lapak PKL itu, karena bangunan yang didirikan pada sisi jalan pasar dan juga yang menempel pada banguan pemilik ruko bersertifikat merasa sangat dirugikan dengan maraknya lapak liar atau ilegal.

"Saya punya rumah dijalan Sanggrek Pasar Baru, ada oknum membangun bangunan tanpa ijin atau liar nempel ditembok rumah saya dari tahun 2007 sampai sekarang, bahkan infonya dijual belikan pada waktu itu oleh oknum unit pengelola Pasar Baru. Masa iya Walikota tidak bisa menata pasar kota sendiri, kalau membiarkan lapak-lapak liar, ini artinya banyak oknum yang bermain disini yang dibiarkan bahkan terus menjamur," kata Soekamto, kepada media, Rabu (09/10/2018).

Menurutnya para pedagang sudah diminta berkali-kali untuk berjualan di dalam gedung dan area Pasar Baru yang resmi atau lapak resmi, hanya belasan meter dari sisi jalan. Namun himbauan dan permintaan yang dilakukan berkali-kali itu, tak juga diindahkan.

"Kami sudah kirim surat ke Walikota untuk menertibkan bangunan liar itu, Tapi tidak juga dilakukan, malahan sekarang banyak lapak liar yang dibangun oleh oknum dengan baja ringan untuk dijual ke pedagang. Anehnya lagi saya disini ruko punya sendiri, mau bikin kanopi ruko sendiri malah distop oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," terang Soekamto.

Menurut Soekamto dari sekian banyaknya pemilik kios yang bersurat sertifikat, permintaan pihaknya agar pedagang berjualan di dalam pasar harus mengikuti aturan, dan  juga yang diluar pasar harus taat pada ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas di depan pasar.

"Kalau mereka berjualan menutup akses pemilik ruko itu jelas sangat merugikan. Dan kalau sampai tumpah ruah ke jalan, kan masyarakat juga yang dirugikan, apalagi pemilik ruko yang resmi jadi ketutup untuk usaha," katanya.

Soekamto menuturkan, jika kemudian masih tidak ada kepastian, maka pihaknya akan melaporkan permasalahan tersebut ke institusi terkait di pusat (Saberpungli), bahkan bila perlu ke menteri yang membawahinya langsung. 

“Saya pikir bahwa pemimpin dan rakyat harus bersatu dalam kebaikan, presiden saja mau turun membantu rakyatnya yang tertindas, jadi tidak ada yang perlu ditakuti karena hukum di negara kita sudah jelas dan tentunya wajib dipatuhi oleh semua warga negara,” pungkasnya.

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Pilihan Presiden RI 2019
  Joko Widodo
  Prabowo Subianto
  Gatot Nurmantyo

Komentar Terakhir

  • pemesanan jasa seo

    infonya sangat layak untuk dibaca. good job. ...

    View Article
  • toko online alat perkakas di jakarta

    dengan banyak nya tenaga honorer yang tidak terpakai seperti seharusnya bisa ...

    View Article
  • jual sarung tangan safety 3m

    semoga penutupan jalur ini tidak berlangsung lama agar kereta lain bisa beroperasi ...

    View Article
  • Gurgaon Escorts

    People tend to choose the Kolkata escorts because of the spacious ramble of office ...

    View Article