TNI Kerahkan Satgas Kesehatan Bantu Penanganan KLB Campak Di Papua

By Tegar News (TEN|STV) 25 Jan 2018, 11:45:59 WIBNasional

TNI Kerahkan Satgas Kesehatan Bantu Penanganan KLB Campak Di Papua

Keterangan Gambar : 206 orang personel satgaskes diberangkatkan untuk menanggulangi KLB wabah penyakit campak di Asmat, Papua. (sumber foto nusantarabicara.co)


TEGARNEWS.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan melepas pasukan satuan tugas kesehatan (Satgaskes) di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (25/01/2018). 206 orang personel satgaskes diberangkatkan atas perintah Presiden Joko Widodo untuk menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) wabah penyakit campak di Asmat, Papua.

Kepala Pusat Kesehatan TNI, Mayjen Ben Yura Rimba mengatakan Satgaskes memiliki tugas tak hanya menangani yang telah terkena wabah. Juga berupaya untuk menghentikan wabah itu agar tidak menyebar.

"Kita ada pendeteksian awal potensi kemungkinan terjadinya kejadian luar biasa (KLB) dan hal apa yang terdapat pada kesehatan kita ada dua tim-tim kesehatan itu sendiri yang akan menganalisis kenapa itu bisa terjadi sehingga kita tahu dampak dan kita bisa mengantisipasi dampaknya seperti apa," ujar dia di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (25/01/2018).

Ben mengatakan Satgaskes telah menyiapkan logistik untuk segala kemungkinan. Apakah untuk menangani campak, malaria, maupun kolera.

"Kita semua bekali alat penjernih air, obat obat pedoman pedoman kesehatan seluruh protap dan prosedur kita lakukan," ucapnya.

Satgaskes ini akan bertugas sepanjang tahun di wilayah Asmat, Timika, Papua dan Papua Barat. Setiap 9 bulan akan dirotasi sampai wilayah tersebut bebas dari wabah.

Tenaga medis dikerahkan dari dokter spesialis, serta paramedis dari Puskes TNI, Puskes TNI AD, Diskes TNI AL, dan Diskes TNI AU. Letkol Ckm Shohibul Himi memimpin Satgaskes yang terbagi dalam kelompok Makas Komando Satuan Tugas (Makosatgas), Seksi Markas (Sima), Tim Analisis, Tim Pemeliharaan dan Pencegahan (Harcegah), Tim Evakuasi, Tim Pelayanan Kesehatan (Yankes) dan Pleton Pengawal.

"Untuk crew ada 200 personel dan 6 dokter spesialis di gelombang pertama dan 23 dokter umum sisanya perawat pembantu perawat dan pejabat teritorial," ujarnya.

Sebelumnya, wilayah Asmat, Papua, dilanda wabah penyakit campak juga gizi buruk. Akibatnya, puluhan anak di sana meninggal dunia. Presiden Joko Widodo langsung memerintahkan Panglima TNI juga Kapolri untuk mengutus pasukan menangani wabah tersebut.

Oleh: Geo|Editor: Watna



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Pilihan Presiden RI 2019
  Joko Widodo
  Prabowo Subianto
  Gatot Nurmantyo

Komentar Terakhir

  • Jual Showcase Cooler

    wah mantap nih goofood, makin rajin bakar duit dan berguna buat yang cuma modal ...

    View Article
  • JANEhaf

    How much will it cost to publish a banner of my website in your site for a one ...

    View Article
  • SvetlanaMos

    Займ срочно на карту онлайн без проверки ки - ...

    View Article
  • SvetlanaMos

    Займ онлайн асбест - http://onezaym.ru <a ...

    View Article