Warga Pekayon Digusur, Aktivis 98 Anton Aritonang: Walikota Bekasi Sudah Menistakan Manusia

By Tegar News (TEN|STV) 12 Feb 2017, 21:12:21 WIBHukum

Warga Pekayon Digusur, Aktivis 98 Anton Aritonang: Walikota Bekasi Sudah Menistakan Manusia

Keterangan Gambar : Korban penggusuran warga Kampung Poncol Bulak Kelurahan Jakasetia Rt.04/017, Pekayon Kota Bekasi. (Haryanto)


JAKARTA, TEGARNEWS.com - Korban penggusuran warga Kampung Poncol Bulak Kelurahan Jakasetia Rt.04/017, Pekayon Kota Bekasi, yang dilakukan Walikota Bekasi Rahmat Efendi, kini nasibnya semakin tidak menentu. Diketahui, Pemkot Bekasi atas instruksi walikota telah menggusur lebih dari 200 bangunan rumah warga yang menempati lahan milik Kementerian PUPR.

Kuasa hukum warga dari LBH Bekasi, Agus Rihat P. Manalu menjelaskan, warga tidak terima dengan tindakan semena-mena penggusuran atas perintah Walikota Bekasi itu. Terlebih, tidak ada ganti rugi dari Pemkot Bekasi untuk warga korban gusuran.

“Tindakan yang dilakukan pemerintah sudah semena-mena, kami akan perjuangkan hingga warga mendapatkan haknya. Walikota harus bertanggung jawab atas perbuatan semena-menanya,” jelas Dir. LBH Bekasi, Agus Rihat P. Manalu.

Hal ini membuat banyak pihak ber-empati terhadap Warga korban gusuran, salah satunya LBH Bekasi yang melakukan advokasi secara intens dengan upaya hukum dan melaporkan Walikota Bekasi (Rahmat Efendi) ke Bareskim Mabes Polri, atas perbuatan pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 406 dan/atau pasal 170 KUHP.

Menindaklanjuti laporan tersebut Agus Rihat yang juga pegiat aktivis kemanusiaan mendesak Kepolisian Republik Indonesia khususnya penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa Walikota Bekasi (Rahmat Efendi) dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bekasi (Cecep Suherlan).

Tidak hanya itu, dukungan terhadap warga korban penggusuran tersebut juga datang dari Aktivis 98' Anton Aritonang, sekaligus pendiri Forum Bersama/FORBES. Tidak tanggung-tanggung, Anton begitu panggilan akrabnya menyatakan penggusuran warga Pekayon tersebut merupakan penistaan terhadap manusia, Minggu (12/02/2017).

"Walikota Bekasi tidak mempunyai kapasitas yang layak sebagai pemimpin di Kota Bekasi, dikarenakan persoalan relokasi warga hanya diselesaikan dengan cara hanya menggusur warga, ini Walikota Bekasi Rahmat Efendi Mundur atau dimundurkan," tegas Anton, terlihat kegelisahan ini tercermin dari raut wajah ketika diminta tanggapan tentang penggusuran tersebut.

Aktivis 98’ yang dikenal tempramen ini mencontohkan, akibat penggusuran yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dibanyak wilayah Jakarta membuat warga harus kehilangan pekerjaan dan tempat tinggal. 

"Saya memastikan akan menggalang dukungan penuh kepada korban penggusuran untuk melakukan perlawanan terhadap pemimpin yang semena-mena,  Rahmat Efendi tidak manusiawi," pungkas aktivis yang dikenal konsisten membela hak-hak rakyat ini, marah ketika melihat langsung korban penggusuran. (Stv)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)



Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Pilihan Presiden RI 2019
  Joko Widodo
  Prabowo Subianto
  Gatot Nurmantyo

Komentar Terakhir

  • Jual Showcase Cooler

    wah mantap nih goofood, makin rajin bakar duit dan berguna buat yang cuma modal ...

    View Article
  • JANEhaf

    How much will it cost to publish a banner of my website in your site for a one ...

    View Article
  • SvetlanaMos

    Займ срочно на карту онлайн без проверки ки - ...

    View Article
  • SvetlanaMos

    Займ онлайн асбест - http://onezaym.ru <a ...

    View Article